Tilawah Al Qur'an MP3

Download Tilawah Al Qur'an 30 Juz dari berbagai Qori.

sad


Thursday, November 17, 2011

Bagaiamana menghafal Al-Quran Al-Kariim?

Bagaiamana menghapal Al-Quran Al-Kariim?
Oleh : Ummu Abdillah & Ummu Maryam
Sebagai seorang mukmin, kita tentunya berkeinginan untuk dapat menghafal Al-Quran dan setiap kita pasti memimpikan agar dapat melahirkan anak-anak yang hafal Al-Quran (hafidz/hafidzah). Berikut ini ada beberapa cara/kaidah dasar untuk memudahkan menghafal, di antaranya: 

  1. Mengikhlaskan niat hanya untuk Allah Azza wa Jalla.
  2. Memperbaiki tujuan dan bersungguh-sungguh menghafal Al-Quran hanya karena Allah Subhanahu wa Ta`ala serta untuk mendapatkan syurga dan keridhaan-Nya. Tidak ada pahala bagi siapa saja yang membaca Al-Quran dan menghafalnya karena tujuan keduniaan, karena riya atau sumah (ingin didengar orang), dan perbuatan seperti ini jelas menjerumuskan pelakunya kepada dosa.
  3. Dorongan dari diri sendiri, bukan karena terpaksa.
  4. Ini adalah asas bagi setiap orang yang berusaha untuk menghafal Al-Quran. Sesungguhnya siapa yang mencari kelezatan dan kebahagiaan ketika membaca Al-Quran maka dia akan mendapatkannya.
  5. Membenarkan ucapan dan bacaan.
  6. Hal ini tidak akan tercapai kecuali dengan mendengarkan dari orang yang baik bacaan Al-Qurannya atau dari orang yang hafal Al-Quran. Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam sendiri mengambil/belajar Al-Quran dari Jibril alaihis salam secara lisan. Setahun sekali pada bulan Ramadhan secara rutin Jibril alaihis salam menemui beliau untuk murajaah hafalan beliau. Pada tahun Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam diwafatkan, Jibril menemui beliau sampai dua kali. Para shahabat radliallahu `anhum juga belajar Al-Quran dari Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam secara lisan demikian pula generasi-generasi terbaik setelah mereka. Pada masa sekarang dapat dibantu dengan mendengarkan kaset-kaset murattal yang dibaca oleh qari yang baik dan bagus bacaannya. Wajib bagi penghafal Al-Quran untuk tidak menyandarkan kepada dirinya sendiri dalam hal bacaan Al-Quran dan tajwidnya.
  7. Membuat target hafalan setiap hari.
  8. Misalnya menargetkan sepuluh ayat setiap hari atau satu halaman, satu hizb, seperempat hizb atau bisa ditambah/dikurangi dari target tersebut sesuai dengan kemampuan. Yang jelas target yang telah ditetapkan sebisa mungkin untuk dipenuhi.
  9. Membaguskan hafalan.
  10. Tidak boleh beralih hafalan sebelum mendapat hafalan yang sempurna. Hal ini dimaksudkan untuk memantapkan hafalan di hati. Dan yang demikian dapat dibantu dengan mempraktekkannya dalam setiap kesibukan sepanjang siang dan malam.
  11. Menghafal dengan satu mushaf.
  12. Hal ini dikarenakan manusia dapat menghafal dengan melihat sebagaimana bisa menghafal dengan mendengar.  Dengan membaca/melihat akan terbekas dalam hati bentuk-bentuk ayat dan tempat-tempatnya dalam mushaf. Bila orang yang menghafal Al-Quran itu merubah/mengganti mushaf yang biasa ia menghafal dengannya maka hafalannya pun akan berbeda-beda pula dan ini akan mempersulit dirinya.
  13. Memahami adalah salah satu jalan untuk menghafal.
  14. Di antara hal-hal yang paling besar/dominan yang dapat membantu untuk menghafal Al-Quran adalah dengan memahami ayat-ayat yang dihafalkan dan juga mengenal segi-segi keterkaitan antara ayat yang satu dengan ayat yang lainnya. Oleh sebab itu seharusnyalah bagi penghafal Al-Quran untuk membaca tafsir dari ayat-ayat yang dihafalnya, untuk mendapatkan keterangan tentang kata-kata yang asing atau untuk mengetahui sebab turunnya ayat atau memahami makna yang sulit atau untuk mengenal hukum yang khusus. Ada beberapa kitab tafsir yang ringkas yang dapat ditelaah oleh pemula seperti kitab Zubdatut Tafsir oleh Asy-Syaikh Muhammad Sulaiman Al-Asyqar. Setelah memiliki kemampuan yang cukup, untuk meluaskan pemahaman dapat menelaah kitab-kitab tafsir yang berisi penjelasan yang panjang seperti Tafsir Ibnu Katsier, Tafsir Ath-Thabari, Tafsir As-Sadi dan Adhwaaul Bayaan oleh Asy-Syanqithi.wajib pula menghadirkan hatinya pada saat membaca Al-Quran.
  15. Tidak pindah ke surat lain sebelum hafal benar surat yang sedang dihafalkan.
  16. Setelah sempurna satu surat dihafalkan, tidak sepantasnya berpindah ke surat lain kecuali setelah benar-benar sempurna hafalannya dan telah kokoh dalam dada.
  17. Selalu memperdengarkan hafalan (disimak oleh orang lain).
  18. Orang yang menghafal Al-Quran tidak sepantasnya menyandarkan hafalannya kepada dirinya sendiri. Tetapi wajib atasnya untuk memperdengarkan kepada seorang hafidz atau mencocokkannya dengan mushaf. Hal ini dimaksudkan untuk mengingatkan kesalahan dalam ucapan, atau syakal ataupun lupa. Banyak sekali orang yang menghafal dengan hanya bersandar pada dirinya sendiri, sehingga terkadang ada yang salah/keliru dalam hafalannya tetapi tidak ada yang memperingatkan kesalahan tersebut.
  19. Selalu menjaga hafalan dengan murajaah.
  20. Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam : "Jagalah benar-benar Al-Quran ini, demi Yang jiwaku berada di Tangan-Nya, Al-Quran lebih cepat terlepas daripada onta yang terikat dari ikatannya." Maka seorang yang menghafal Al-Quran bila membiarkan hafalannya sebentar saja niscaya ia akan terlupakan. Oleh karena itu hendak hafalan Al-Quran terus diulang setiap harinya. Bila ternyata hafalan yang ada hilang dalam dada tidak sepantasnya mengatakan: "Aku lupa ayat (surat) ini atau ayat (surat) itu." Akan tetapi hendaklah mengatakan: "Aku dilupakan," karena Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam telah bersabda: (..arab..)
  21. Bersungguh-sungguh dan memperhatikan ayat yang serupa.
  22. Khususnya yang serupa/hampir serupa dalam lafadz, maka wajib untuk memperhatikannya agar dapat hafal dengan baik dan tidak tercampur dengan surat lain.
  23. Mencatat ayat-ayat yang dibaca/dihafal.
  24. Ada baiknya penghafal Al-Quran menulis ayat-ayat yang sedang dibaca/dihafalkannya, sehingga hafalannya tidak hanya di dada dan di lisan tetapi ia juga dapat menuliskannya dalam bentuk tulisan. Berapa banyak penghafal Al-Quran yang dijumpai, mereka terkadang hafal satu atau beberapa surat dari Al-Quran tetapi giliran diminta untuk menuliskan hafalan tersebut mereka tidak bisa atau banyak kesalahan dalam penulisannya.
  25. Memperhatikan usia yang baik untuk menghafal.
  26. Usia yang baik untuk menghafal kira-kira dari umur 5 tahun sampai 25 tahun. Wallahu alam dalam batasan usia tersebut. Namun yang jelas menghafal di usia muda adalah lebih mudah dan lebih baik daripada menghafal di usia tua. Pepatah mengatakan: Menghafal di waktu kecil seperti mengukir di atas batu, menghafal di waktu tua seperti mengukir di atas air.
HAL-HAL YANG DAPAT MENGHALANGI HAFALAN
Setelah kita mengetahui beberapa kaidah dasar untuk menghafal Al-Quran maka sudah sepantasnya bagi kita untuk mengetahui beberapa hal yang menghalangi dan menyulitkan hafalan agar kita dapat waspada dari penghalang-penghalang tersebut.
Di antaranya:
  1. Banyaknya dosa dan maksiat. Sesungguhnya dosa dan maksiat akan melupakan hamba terhadap Al-Quran dan terhadap dirinya sendiri. Hatinya akan buta dari dzikrullah.
  2. Tidak adanya upaya untuk menjaga hafalan dan mengulangnya secara terus-menerus. Tidak mau memperdengarkan (meminta orang lain untuk menyimak) dari apa-apa yang dihafal dari Al-Quran kepada orang lain.
  3. Perhatian yang berlebihan terhadap urusan dunia yang menjadikan hatinya tergantung dengannya dan selanjutnya tidak mampu untuk menghafal dengan mudah.
  4. Berambisi menghafal ayat-ayat yang banyak dalam waktu yang singkat dan pindah ke hafalan lain sebelum kokohnya hafalan yang lama.
Kita mohon pada Allah Subhanahu wa Ta`ala semoga Dia mengkaruniakan dan memudahkan kita untuk menghafal kitab-Nya, mengamalkannya serta dapat membacanya di tengah malam dan di tepi siang. Wallahu alam bishawwab.
[Ummu Abdillah & Ummu Maryam, dinukil dari kutaib: "Kaifa Tataatstsar bil Quran wa Kaifa Tahfadzuhu?" oleh Abi Abdirrahman]

Antara Hidup dan Mati


Pernahkan anda berpikir, bahwa tidur kita malam ini adalah tidur yang terakhir? 
Esok hari semua orang disekitar kita terbangun, tetapi tidak dengan kita. Betapa tipisnya batas antara hidup dan mati, keduanya hanya dipisahkan oleh tidur.

Beberapa waktu yang lalu, saya punya tetangga, sebut saja namanya Pak As. Dia adalah orang yang aktif dan banyak kegiatan. Baik dikampung maupun dipasar dia sangat menonjol. Setiap hari hampir tidak pernah ia terlambat Shalat Subuh di masjid.
Suatu ketika, seusai Shalat Dhuhur di masjid, Pas As tidak kembali ke pasar untuk menjaga toko. Entah kenapa, hari itu ia ingin di rumah saja, makan bersama keluarga,   dan kemudian istirahat menunggu Shalat Ashar.
Shalat Ashar dilakukannya di masjjiid. Sepulangnya dari masjid, tidak biasanya ia tidur sangat lelap, sampai menjelang magrib. tak ada tanda-tanda apapun sebelumnya, menjelang magrib ia dibangunkan oleh keluarganya, namun Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, ternyata ia tidak bisa bangun lagi. Ia telah kembali kepada Sang Pencipta untuk selamanya.

Saya tercenung, betapa cepat datangnya kematian. tidak ada tanda-tanda, tidak di dahului oleh kata pengantar, tanpa tanpa ijin dan tanpa permisi. Niatnya tidur, kebablasan meninggal. Yah itulah Kematian.

Namun saya juga iri sama Pak As, enak sekali proses meninggalnya. Banyak orang yang menjelang mati mengalami penderitaan yang menyakitkan. Namun ia mati sambil tidur-tiduran, sesudah Shalat Ashar, dan dalam keadaan Suci. Subhanallah sungguh Nikmat,...

Saya jadi teringat ucapan Ayah saya 20 tahun yang lalu, beliau mengajarkan hadits Rasulullah SAW kepada saya agar selalu berwudhu sebelum tidur.

"Jika engkau hendak tidur, berwudhu'lah seperti wudhu untuk Shalat, kemudian berbaringlah pada pinggang sebelah kanan...." (HR. Bukhari – Muslim)

mungkin maksud Nabi, kalau kebablasan meninggal,  kita dalam keadaan berwudhu, bertemu Allah dalam keadaan Suci, Betapa indahnya...

Apalagi, jika berangkat tidur, kita berdoa seperti yang diajarkan Rasulullah SAW. Beliau mengajarkan agar menjelang tidur kita berserah diri kepada Allah. “Bismika Allahumma Ahya Wabismika Amuut…” Dengan namaMu ya Allah aku hidup, dan dengan namaMu aku mati…

Sungguh tidur yang tenang, tidur yang aman dan tentram, semua kita pasrahkan kepada Allah. Termasuk hidup dan mati kita. Karena kita tahu, hidup dan mati ini memang bukan milik kita. Ini semua milik Allah, kapanpun Dia mau mengambilnya, kita serahkan dengan sepenuh hati. Seikhlas-ikhlasnya.

Nah, karena dalam tidur kita kehilangan kesadaran sepenuhnya, maka kita pun tidak tahu apakah kita masih bisa sadar kembali atau akan tidur selama-lamanya. Siapa yang bisa menjamin bahwa besok kita akan terbangun kembali? Tidak ada. Seorang dokter yang paling hebat pun, tidak bisa menjamin bahwa orang yang tidur itu pasti akan bangun kembali esok hari.

Paling-paling dia hanya bisa berkata mungkin atau mudah-mudahan, esok dia bangun seperti sedia kala. Hidup kita ini hanya bermain-main dengan kemungkinan dan probabilitas. Tidak ada yang pasti. Segala kepastian hanyalah milik Allah saja. Maka sandarkan saja kepada Allah yang Maha Berkuasa. Di genggaman tangan-Nyalah hidup dan mati kita berada.

Begitu terbangun dari tidur esok hari, kita sangat bersyukur. Karena ternyata Allah masih mengijinkan kita untuk menikmati hidup. Kita masih diberi kesempatan umur. Padahal orang-orang di sekitar kita boleh jadi telah diputuskan.

Maka, orang yang demikian akan berucap Alhamdulillah begitu terbangun dari tidurnya. Sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW, bahwa setiap bangun dari tidur dianjurkan untuk mengucapakan “Alhamdulillahillazi Ahyana Ba’da Maa Amaatanaa Wa Ilaihin Nusyuur. Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan aku dari mati dan kepada-Nya kita akan kembali.
Rasa syukur tiada terhingga kita sampaikan kepada-Nya sesaat terbangun dari tidur. Kita bisa tersadar kembali dari tidur lelap. Dari rasa lenyap semalaman. Betapa besarnya kasih sayang-Nya kepada kita.

Tidak Cuma itu, kita juga diberi ingatan kembali oleh-Nya. Bayangkan jika bangun tidur kita kehilangan ingatan. Betapa menderitanya, kita tidak ingat lagi istri dan anak-anak kita. Kita tidak ingat lagi semua orang-orang di sekitar kita. Coba kita bayangkan…

Kitapun masih diijinkan untuk menikmati berbagai hal terkait dengan kesehatan. Masih diijinkan untuk bisa melihat dan membuka mata. Bagaimana jadinya, jika kita bangun tidur kita tidak bisa melihat indahnya dunia, semuanya gelap. Tidak bisa mendengar merdunya suara. Tidak mampu menggerakkan anggota badan. Tidak bisa turun dari perbaringan. Tidak bisa berjalan, dan seterudnya dan seterusnya.

Tidak akan ada habisnya kita sebutkan kenikmatan yang telah diberikan Allah kepada kita. Semuanya karena Dia sangat menyayangi kita. Maka itulah yang diajarkan Rasulullah SAW kepada kita untuk selalu mengingat setiap nikmat yang tiada terkira itu.

Itulah tanda bahwa kita senantiasa ingat kepada Allah. Mau tidur ingat bangun tidur juga ingat. Bahkan dalam tidurpun kita telah berserah diri kepada Allah. Inilah makna Zikir yang sesungguhnya. Dalam keadaan apapun kita senantiasa ingat kepada Allah.

Wednesday, July 6, 2011

MUQADDIMAH

Peristiwa paling agung dalam sejarah umat manusia sejak nabi Adam as hingga awal tahun pertama sejak hijrahnya Nabi Muhammad saw ke Madinah al-Munawarah, setelah Beliau diangkat menjadi Rasul, adalah peristiwa berdirinya Daulah Islamiyah. Karena peristiwa itu merupakan hentakan sangat kuat yang gaungnya mengguncang dunia berserta umat manusia yang ada di dalamnya.

Berdirinya kembali Khilafah Rasyidah kedua yang telah dijanjikan pasti akan berdiri, juga akan menjadi peristiwa paling agung sejak masa berdirinya Daulah Islamiyah pertama itu hingga masa kita sekarang. Dengan berdirinya kembali Khilafah Rasyidah kedua itu, akan terjadi guncangan dahsyat, persis seperti apa yang terjadi saat berdirinya Daulah Islamiyah pertama, karena gaungnya akan meliputi seluruh manusia yang ada di muka bumi ini.

Akan tetapi, peristiwa agung satu-satunya itu tidak akan pernah terbebas dari berbagai tantangan yang menghadang sejak awal mula berdirinya. Hal itu persis seperti yang dialami oleh Daulah Islamiyah pertama, yang tidak luput dari berbagai tantangan dan kesulitan besar yang berdiri menghadang jalan pendiriannya, penegakkannya, kelahirannya, dan pancaran cahayanya.

Setiap pemikiran baru yang ingin diwujudkan dalam bentuk praktis secara riil, atau yang dengannya hendak dilakukan perubahan terhadap berbagai tradisi dan pemikiran yang ada, pasti tidak bebas dari berbagai tantangan besar yang menghadangnya. Lalu bagaimana jika perkara itu adalah kelahiran Daulah Islamiyah yang ditakuti oleh seluruh “kader” pengusung kekufuran, berserta seluruh negara dan institusi fisiknya yang ada di muka bumi ini?

Para Nabi dan Rasul telah menghadapi berbagai tantangan yang enggan dipikul oleh gunung-gunung yang kokoh sekali pun. Hal itu terjadi di tengah upaya para Nabi dan Rasul menghadapi realita yang rusak, dengan menggunakan pemikiran yang kuat dan tertunjuki. Dan di antara para Nabi dan Rasul itu yang paling besar tantangannya adalah utusan untuk umat ini yaitu Muhammad saw.

Sebelum berdirinya Daulah Islamiyah, yaitu selama tahapan dakwah, Rasulullah saw menghadapi berbagai tantangan besar. Beliau bersama para sahabatnya berhasil melampaui tantangan tersebut, dengan bekal keimanan dan kesabaran serta berkat pertolongan dari Allah Swt yang diturunkan kepada mereka, menuju suatu kebaikan. Akan tetapi kebaikan itu belum juga aman dan belum juga segera tersebar ke luar, meski pemimpinnya adalah manusia terbaik dan disertai oleh generasi manusia-manusia terbaik di muka bumi ini.

Rasul saw di Madinah al-Munawarah menghadapi lebih dari satu kali upaya penghancuran. Yaitu dalam peperangan Badar al-Kubra dan dalam peperangan Khandaq. Rasul saw juga menghadapi permusuhan yang dilancarkan pihak Quraisy berserta kabilah-kabilah Arab yang mengelilingi Madinah. Rasul saw juga pernah menghadapi embargo ekonomi dan permusuhan secara ide dalam segala bentuknya.

Rasul saw juga menghadapi berbagai masalah dan tantangan di dalam negeri, seperti masalah penyediaan bahan makanan, pengadaan persenjataan, aktivitas untuk menciptakan stabilitas dalam negeri, upaya melebur berbagai kabilah dalam wadah Islam, upaya menyelesaikan berbagai bentuk kerusakan warisan sistem sebelumnya, dan kesulitan-kesulitan lainnya. Seandainya Allah Swt tidak menolong kelompok orang Mukmin dan yang bersamanya adalah penghulu para Nabi dan Rasul, pastilah kelompok orang-orang Mukmin itu akan tercerabut dari muka bumi ini hingga akar-akarnya dan tidak akan pernah kembali lagi.

Sebelum kami mulai memaparkan contoh-contoh tantangan dan kesulitan yang akan dihadapi dan akan menghadang di hadapan Daulah Islamiyah yang telah dijanjikan, terlebih dahulu perhatian para pengemban dakwah harus diarahkan kepada satu perkara yang penting. Yaitu bahwa Khilafah dan perjalanannya setelah berdiri tidak akan tersebar dengan cepat dan gampang. Akan tetapi justru akan berat. Tantangan-tantangannya juga akan besar sebagaimana besarnya taraf keagungan peristiwa agung itu serta kadahsyatan bahayanya terhadap sistem-sistem kufur, ideologi dan negara-negaranya yang telah usang.

Tidak berlebihan jika kami katakan bahwa reaksi negaranegara kufur itu akan sampai pada tingkat reaksi orang yang mempertahankan diri dari kematian dan orang yang sedang menjaga eksistensi dirinya. Reaksi mereka itu akan terangterangan, menantang, dan keras dalam semua cara yang dimiliki oleh kaum kafir dan dalam berbagai medan.

Pemaparan tentang berbagai tantangan yang besar dan keras ini, bukan berarti meremehkan daulah atau mengecilkan kemampuan daulah untuk menghadapinya. Akan tetapi maknanya adalah mewujudkan persiapan dan menyiapkan diri. Juga menyusun strategi secara pemikiran dan praktis yang bias membantu kita dalam mempersiapkan peristiwa agung itu dan menghadapi bahaya, serta tantangan yang menghadangnya. Hal itu sama persis sebagaimana yang telah dipersiapkan oleh para pengemban dakwah sebelumnya. Maknanya adalah pengkajian dalam bentuk pemikiran secara sempurna, dalam detil rincian tata cara perjuangan sebelum berdirinya daulah. Juga tentang konstitusi yang dengannya daulah akan memerintah sesuai dengan sistem-sistemnya, baik politik, ekonomi, pergaulan, dan lainnya.

Tantangan-tantangan dan kesulitan-kesulitan yang mungkin muncul setelah berdirinya daulah tidak kurang urgensinya dari tantangan dan kesulitan yang ada sebelum berdirinya daulah. Bahkan seperti yang telah kami katakan, tantangan dan kesulitan setelah berdirinya daulah, justru lebih dari tantangan-tantangan sebelum berdiri daulah baik dalam jumlah maupun bentuk. Tantangan-tantangan yang akan dihadapi oleh Daulah Islamiyah ada dua jenis. Masing-masing jenis memiliki beberapa turunan. Sesuai dengan kemampuan yang ada, kami akan menyebutkannya disertai dengan penjelasan dan perincian.

Kemudian akan kami paparkan hasil ijtihad kami untuk menghadapi, menangkal dan menolak, dan berikutnya tentu untuk bisa mengalahkan berbagai tantanan itu dan mengungguli berbagai kekuatan kebatilan dan permusuhan yang berdiri di belakang berbagai tantangan itu.

Jenis tantangan pertama adalah tantangan luar negeri. Tantangan ini utamanya ada tiga:

Pertama, perang fisik dengan segala bentuk dan jenisnya serta segala turunannya.

Kedua, politik pendistorisan dan penyesatan serta perang pemikiran dengan segala macamnya.

Ketiga, embargo baik secara politik, pemikiran maupun ekonomi.

Adapun jenis tantangan dan kesulitan yang kedua adalah tantangan-tantangan dan kesulitan-kesulitan dari dalam negeri. Yaitu kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh negara dan orangorang yang mengatur berbagai urusan negara, serta secara umum dihadapi oleh seluruh rakyat yang hidup di bawah kekuasaan negara. Jenis tantangan ini di antaranya ada yang berkaitan dengan luar negeri seperti para politisi yang menjadi antek asing sebagai warisan sistem sebelumnya. Di antaranya ada yang berkaitan dengan keterbatasan kemampuan dibandingkan dengan besarnya tantangan. Di antaranya juga ada yang berkaitan dengan tingkat kesadaran dan pemahaman yang dimiliki umat dan hal-hal lain yang menjadi sebab kesulitankesulitan itu. Secara umum tantangan-tantangan dalam negeri dapat dibatasi dalam lima perkara, yang darinya bisa dirinci bentukbentuk lain yang berhubungan dan menjadi turunannya. Kelima perkara itu adalah:

  1. Aktivitas mobilisasi secara pemikiran maupun maknawi untuk menghadapi akibat-akibat peperangan dengan segala jenisnya.
  2. Keterbatasan kemampuan dibandingkan dengan besarnya tantangan dalam negeri dan luar negeri. Perkara ini berkaitan dengan masalah peningkatan persenjataan dan berbagai persiapan secara militer.
  3. Penerapan Islam secara revolusioner dan berbagai kesulitan yang menghadang, khususnya di masa awal.
  4. Pemberantas berbagai realita rusak warisan sistem sebelumnya dan aktivitas perombakan bentuk kerusakan dalam segala seginya baik politik, ekonomi, maupun sosial. Perkara ini memiliki empat cabang:

a. Pendidikan dan kurikulum

b. Pers dan media massa

c. Mata uang dan berbagai mata uang yang beredar

d. Pribadi-pribadi penguasa dan para pegawai yang bermasalah dan berbagai kerusakan yang diakibatkan warisan sistem sebelumnya dalam bidang pemerintahan, peradilan, atau keuangan.

Inilah tantangan-tantangan dan kesulitan-kesulitan utama, baik dari luar negeri maupun dalam negeri, yang akan dihadapi daulah. Saya akan memaparkan masalahnya disertai dengan pembahasan, analisis, dan penjelasan. Saya akan merumuskan solusi syar’i untuk menyelesaikan masalah itu, jika memang ada solusi syar’i yang digali dari dalil-dalil yang rinci. Atau saya akan berusaha merumuskan solusi-solusi politis administratif berkaitan dengan berbagai cara dan sarananya.

Perkara ini seperti yang sudah saya sebutkan merupakan pintu persiapan dan upaya untuk mengambil hukum sebab musabab. Hal itu tentu saja disertai dengan keimanan dan keyakinan bahwa kemenangan pada akhirnya akan berada di pihak umat Islam melalui pengaturan Daulah Islamiyah.

“Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari ni‘mat. Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.” (QS. Al-Hajj [22]: 38-39)




“Dan Sesungguhnya kami Telah mengutus sebelum kamu beberapa orang Rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa dan kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.”
(QS. Ar-Rûm [30]: 47)


“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi), dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi.” (QS al-Qashash [28]: 5-6)


“Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orangorang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat) “ (QS. Ghâfir [40]: 51)


“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nûr [24]: 55)

Kami memohon kepada Allah Swt agar menjadikan ini sebagai pengetahuan baru yang akan menambah perbendaharaan pengetahuan para pengemban dakwah agar mereka mengaktifkan akal dan pemikiran mereka untuk melakukan kreasi dan pengkajian dalam masalah yang sangat penting ini. Sebagaimana kami memohon kepada Allah Swt agar menuntun kami dalam berijtihad kepada kebenaran. Dan kami juga memohon kepada Allah Swt agar pengetahuan ini memberikan manfaat kepada saudara-saudara kami para pengemban dakwah pada tahapan ini dan nanti setelah Daulah Khilafah Islamiyah Rasyidah Kedua tegak kembali dalam waktu dekat dengan seizin Allah Swt.

PERSEMBAHAN

Teruntuk Khalifah pertama, yang dengan tangannya yang suci, ia menjunjung tinggi panji kemuliaan di ibu kota Khilafah Rasyidah ke-dua yang berjalan menurut metode kenabian. Dan dia menggemakan firman Allah Swt:


“Dan Katakanlah: ‘yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap’. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.” (QS. al-Isra’ [17]: 81)


Teruntuk setiap orang yang mengetahui makna Khilafah dan nilainya di tengah kehidupan, serta besarnya pahala yang akan didapat atas upaya mengembalikannya, lalu ia berjuang untuk mengembalikannya guna memenuhi seruan Tuhan mereka yang Maha Tinggi dan Agung:


"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 104)


Maka dengan keimanan, keikhlasan, dan perjuangan yang terus menerus, mereka akan berhasil merealisasikan janji Allah. Sehingga di tengah-tengah mereka benar-benar terwujud firman Allah :



“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa” (QS. an-Nûr [24]: 55)


Teruntuk seluruh putera-putera umat Islam yang bergembira atas kembalinya Khilafah, yang akan kembali dalam waktu yang tidak lama lagi atas izin Allah; sehingga di tengah mereka benar-benar terealisir firman Allah:



“Dan di hari itu bergembiralah orang-orang yang beriman karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. (Sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. ar-Rûm [30]: 4-6)


Teruntuk mereka semua, saya hadiahkan buku ini diiringi permohonan kepada Allah ‘Azza wa Jalla semoga memuliakan kita dengan kegembiraan besar dengan terealisasinya janji Allah Swt dan berita gembira dari Rasulullah saw.


Hamd Fahmi Thabib (Abu al-Mu’tashim)

PENDAHULUAN



"Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayanya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai." (QS. at-Taubah [9]: 32-33)

Tamîm ad-Dârî ra. telah meriwayatkan, ia berkata: “Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda:




"Sungguh perkara (agama) ini akan sampai ke seluruh dunia sebagaimana sampainya malam dan siang. Allah tidak akan membiarkan satu rumah pun, baik di tengah penduduk kota atau di tengah penduduk kampung, kecuali Allah akan memasukkan agama ini ke dalamnya dengan kemuliaan yang dimuliakan dan kehinaan yang dihinakan; kemuliaan yang dengannya Allah memuliakan Islam dan kehinaan yang dengannya Allah menghinakan kekufuran" (HR. Ahmad)

KHILAFAH RASYIDAH

KHILAFAH RASYIDAH
Yang Telah Dijanjikan
dan
Tantangannya

al-Khilâfah ar-Râsyidah
al-Maw’ûdah wa at-Tahadiyât
Dar al-Ummah
Hamd Fahmi Thabib



PENDAHULUAN
PERSEMBAHAN
MUKADIMAH
TANTANGAN DARI LUAR NEGERI

  1. PERANG FISIK
    1. Bentuk-bentuk Perang Fisik Kaum Kafir
      • Para Penguasa Kaki Tangan Kaum Kafir
      • Pangkalan-pangkalan Militer
      • Koalisi Militer Internasional
    1. Metode Menghadapi Perang Fisik dan Bersikap Teguh di Dalamnya
      • Mobilisasi Umum: Secara Fisik dan Maknawi
      • Manuver Politik dan Manajemen Krisis yang Baik
      • Menyeru Bangsa-bangsa Islam dan Bangsa-Bangsa Kafir secara Baik
      • Karakter Seruan yang Diarahkan ke Negerinegeri Islam
      • Seruan yang Baik kepada Bangsa-bangsa Kafir di Luar Negeri-negeri Kaum Muslim
  1. POLITIK PENGABURAN DAN PENYESATAN (PERANG PEMIKIRAN)
    1. Pengaburan Potret Daulah Islamiyah
      • Pertama, Pengaburan Potret Daulah Islamiyah di Mata Bangsa-bangsa Islam
      • Kedua, Pengaburan Potret Daulah Islamiyah di Mata Bangsa Barat
    2. Metode Menghadapi Potret Penyesatan
    3. Pemutarbalikan Fakta Sejarah dan Metode Menghadapinya
    4. Embargo Politik, Ekonomi, dan Intelektual
    5. Metode Menentang Embargo
    6. Metode Menentang Embargo di Dalam Negeri
      • Pertama, Mobilisasi Umum Secara Maknawi Menghadapi Embargo
      • Kedua, Penyusunan Rencana untuk Menutup Kekurangan Akibat Embargo
      • Ketiga, Pemanfaatan Segenap Potensi dan Kemungkinan di Dalam Daulah
    7. Metode Menghadapi Embargo di Luar Negeri
TANTANGAN-TANTANGAN DALAM NEGERI
  1. Mobilisasi secara Pemikiran dan Maknawi
  2. Kurangnya Sumber Daya dan Potensi Dibanding Besarnya Tantangan
  3. Penerapan Islam Secara Revolusioner
  4. Memerangi Realita Rusak Warisan Sistem Lama
    • Pendidikan dan Kurikulum
    • Pers dan Insan Pers
    • Uang dan Sistem Moneter
    • Orang-orang Administratif dan Para Pemegang
TUGAS SENSITIF
PENUTUP
DI DEPAN PINTU KHALIFAH


Sunday, June 12, 2011

Cara Mengintegrasikan Internet Download Manager (IDM) di Firefox 4

kayaknya postingan ini cukup singkat, namun Insya Allah sangat bermanfaat bagi sahabat blogger yang menggunakan IDM (Internet Download Manager) dan baru saja pindah ke Firefox 4.

Pada
firefox 4, ternyata add ons IDM
(Internet Download Manager) yang lama tidak kompatible dengan dengan Firefox 4. Nah solusinya bagaimana? Cukup Gampang, cukup ikuti langkah2 di bawah. OK...


1 - Buka Firefox sahabat,

2
- Buka link di bawah ini,

= = = => http://www.internetdownloadmanager.com/idmmzcc/idmmzcc.xpi


3
- Tunggu hingga download selesai,

4
- lalau Restart Firefox 4 sahabat,

5
- Enjoy dah Firefox 4 make
IDM (Internet Download Manager).


Semoga bermanfaat...

Wednesday, April 27, 2011

Social Media Untuk Negeriku “Indonesia”

TEKHNOLOGI INFORMASI & INTERNET





Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan tekhnologi informasi di abad 20 ini sangatlah pesat, terutama di bidang telekomonikasi dan jaringan (Advanced Telecommunications & Networking).

*Advanced Telecommunications & Networking adalah salah satu core dari Information Technologi


Perkembangan pesat ini di mulai dengan di ditemukannya internet. Cikal bakal dari Internet itu sendiri sebenarnya berasal dari ARPANET, sebuah jaringan eksperimen milik pemerintah Amerika Serikat berbasis komunikasi data paket yang didirikan di tahun 1969. Tujuannya untuk menghubungkan para periset ke pusat-pusat komputer, sehingga mereka bisa bersama-sama memanfaatkan sarana kompuer seperti disk space, data base dan lain-lain.

Hingga akhirnya, seiring dengan perkembangannya, pada tahun 1990 ditemukan sebuah aplikasi baru, yakni WWW (World Wide Web). WWW ini memungkinkan sebuah situs (site) untuk menyusun sejumlah halaman informasi yang berisi teks, gambar, suara dan bahkan video, dengan meletakkan link ke halaman-halaman lainnya. Dengan meng-klik sebuah link, pengguna akan segera dibawa ke halaman yang ditunjukkan oleh link tersebut.

Pada akhir tahun 2010, pengguna internet dunia mencapai 2 milyar orang, sesuai dengan yang dinukil oleh International Telecomunication Union (ITU), sebuah badan PBB yang khusus menangani teknologi informasi dan komunikasi. Di Indonesia sendiri pengguna internet pada akhir tahun 2010 mencapai 57,8 Juta. (Detik.Net)


MEDIA SOSIAL

Salah satu yang paling tren dari penggunaan internet saat ini khususnya di Indonesia adalah MEDIA SOSIAL (SOCIAL MEDIA). Media Sosial adalah salah media untuk interaksi dengan menggunakan teknik komunikasi yang sangat mudah dan sangat cepat, baik itu dengan menggunakan yang berbasis web maupun secara mobile.

(translasi dari http://en.wikipedia.org/wiki/Sosial_media)

Cakupan Media Sosial itu sendiri, dapat di lihat dari gambar di bawah:






PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL

Di Indonesia, pemanfaatan media sosial telah mencakup segala bidang, mulai dari bidang pemerintahan, pendidikan, agama, keamanan, transportasi, bisnis, dan politik. Tentunya peran MEDIA SOSIAL ini sangat berperan bagi kemajuan Negara kita “Indonesia” karena masyarakat dapat menerima dan berbagi informasi dengan sangat cepat dan mudah.



  1. Pemanfaatan Media Sosial di bidang Pemerintahan

    Dalam bidang pemerintahan, peran media sosial sangatlah penting. Sehingga muncul sebuah istilah yang disebut e-government. Konsep e-government ini maksudnya bagaimana pemerintah berinteraksi dengan pihak-pihak lain dengan menggunakan media internet, khususnya media social. Interaksi tersebut bias dengan masyarakat, ataupun dengan negara lain.






  2. Pemanfaatan Media Sosial di bidang Pendidikan

    Bagi siswa, media sosial sangat berguna sebagai alat komunikasi dan informasi untuk mencari tugas-tugas yang diberikan guru. Selain itu, social media juga dipergunakan oleh siswa sebagai sarana mencari teman ataupun hiburan. Kehadiran social media juga bermanfaat bagi guru yang mau memanfaatkan sarana ini. Bagi guru, social media ini adalah sebagai alat komunikasi dan informasi yang berguna untuk menambah wawasan, pengembangan bahan pelajaran. Contohnya yang paling konkrit adalah facebook dan blog.






  3. Pemanfaatan Media Sosial di bidang Agama

    Banyak juga organisasi-organisasi agama yang memanfaatkan blog, forum, grup facebook untuk menyebarkan ajaran agamanya (berdakwah). yang benar, yang lurus, sesuai dengan kepercayaan yang mereka yakini.






  4. Pemanfaatan Media Sosial di bidang Keamanan dan Ketertiban

    Contoh pemanfaatan media social di bidang keamanan, adalah penyampaian informasi tentang arus lalu lintas kepada para pengendara oleh polisi lalu lintas dengan menggunakan twitter sebagai sarana penyampaiannya.






  5. Pemanfaatan Media Sosial di bidang Bisnis

    Banyak juga para entrepreneur yang memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produknya. Baik itu dengan membuat blog maupun dengan membuat grup di facebook atautpun dengan membuat tret di kaskus atau dengan membuat toko-toko online. Ini juga sering dikenal dengan istilah e-commerence.







  6. Pemanfaatan Media Sosial di bidang Politik
  7. Pada saat masa-masa pemilu, banyak pertain-partai politik memanfaatkan media sosial seperti facebook, twitter, dan forum-forum untuk mencari dukungan dari para pengguna internet.






TECHNOFAIR 2011 “Be Positive and Creative With Information Technology”


Wednesday, February 2, 2011

Cara Mudah Verifikasi Account Paypal dengan Mengirimkan Dokumen

Dapat dari Forum NEOBUX Indonesia,,,
Cara Mudah Verifikasi Account Paypal dengan Mengirimkan Dokumen.

Pertama yang harus dilakukan adalah mengirim 2 buah dokumen melalui email dengan subjek "Please Verified My Account :
1. Bank Statement ato sampul muka buku
tabungan anda
2. KTP atau ID card anda
kepada : webform@apac.paypal.com
ini contoh gambarnya:

KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR



  • Kedua tunggu balasan email dari Admin seperti ini :

KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR



  • Ketiga Selamat akun Paypal anda sudah terverifikasi

KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR


Selamat Mencoba dan Semoga Berhasil.....