Tilawah Al Qur'an MP3

Download Tilawah Al Qur'an 30 Juz dari berbagai Qori.

sad


Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Saturday, August 13, 2016

Sukses Bukan Milik yang IPK Tinggi Saja, 6 Filosofi Pak Habibie yang Harus Diingat Anak Muda

Siapa di antara kamu yang ingin meraih kesuksesan? Tentu, tidak ada satu orang pun yang tak menginginkannya. Mayoritas dari kita semua pasti ingin mengukir keberhasilan. Namun untuk bisa mewujudkan hal tersebut kita harus mengetahui formulasi mencapai kesuksesan. Untuk itu diperlukan bekal khusus agar perjalanan menuju keberhasilan lebih mudah dilalui. Dalam artikel ini IDNtimes akan mengajakmu melihat langsung apa saja pesan dari Pak Habibie untuk anak muda yang ingin mencetak keberhasilan secepat mungkin:

1. Keberhasilan bukanlah milik orang yang pintar. Keberhasilan adalah kepunyaan mereka yang senantiasa berusaha

Dalam video wawancara yang dilakukan dengan Samsung Pak Habibie pernah berkata kalau, “Percuma Anda memiliki IQ tinggi tapi pemalas. Yang penting adalah Anda sehat dan mau berkorban meraih apa yang diinginkan”. Kalimat Pak Habibie ini mengajarkan pada kita bahwa kecerdasan intelektual bukanlah satu-satunya faktor penentu kesukesan. Ada faktor lain yang lebih penting yakni kerja keras. Sepintar dan secerdas apapun seseorang kalau dia tidak memiliki totalitas dalam mengejar mimpinya maka itu semua akan percuma, Jadi bagi anak muda yang sedang gencar mewujudkan cita-cita bekerjalah secara sungguh-sungguh. Karena meskipun kamu pintar tapi kalau tak mau kerja keras maka kesuksesan pasti akan menjauh.

2. Jangan pernah berhenti mengejar yang kamu impikan meski apa yang didamba belum ada di depan mata

Apakah kamu pernah menyaksikan film Habibie Ainun? Jika ya, pasti kamu telah menyaksikan bagaimana perjuangan BJ Habibie dalam meraih kesuksesannya. Di film tersebut diceritakan bagaimana sulitnya kehidupan Pak Habibie yang terbatas. Selain itu Pak Habibie juga pernah merasakan tidak enaknya diremehkan oleh sesama pekerja di sana. Beberapa kali idenya ditolak dan dianggap tak meyakinkan. Namun semua hal menyakitkan itu tak membuat seorang Habibie menyerah. Sebaliknya ia terus berusaha hingga akhirnya apa yang beliau impikan dapat terwujud. Dari kisah beliau adalah satu pelajaran yang bisa kita ambil yakni, “Jangan pernah menyerah”. Ketika apa yang diinginkan belum tercapai, kamu tak boleh berhenti. Bahkan jika perlu kamu harus menambah “mesin semangat” untuk tetap bisa bergerak meraih apa yang kamu yakini.

3. Jadilah pribadi yang selalu siap menjalani setiap tantangan yang datang padamu

Walaupun sudah berusia 80 tahun Pak Habibie tidak pernah kehilangan semangat untuk menjalani hidup. Selain masih aktif bekerja, beliau juga disibukkan dengan beragam kegiatan mulai dari menulis buku hingga menjadi pembicara di berbagai acara. Bagi mantan Presiden Indonesia ketiga ini, selama belum menutup mata ia akan “menantang” dirinya untuk terus berkarya. Spirit hidup ala Pak Habibie yang selalu siap itulah yang wajib kamu tiru. Sebagai anak muda kamu juga harus selalu siaga menghadapi tantangan dalam hidup kapan dan di mana saja. Kesiapan berhadapan dengan berbagai kemungkinan juga terlihat pada produk Samsung Note 7. Gadget ini berusaha mengakomodasi kebutuhan pengguna dengan fiturnya yang beragam. Jadi secara singkat Samsung berusaha menyediakan gadget yang siap membantu kebutuhan pengguna kapan dan di mana saja.

4. Meraih masa depan yang cerah tidak akan didapat dengan mudah. Kamu harus mau berkorban untuk mendapatkan hal tersebut

Pelajaran hidup yang penting diketahui oleh anak muda dari Pak Habibie adalah meraih kesuksesan itu bukanlah perkara mudah. Bahkan kamu bisa jadi harus merasakan jatuh berkali-kali demi meraih apa kamu inginkan. Filosofi meraih kesuksesan ini juga selaras dengan pendapat Soichiro Honda yang mengatakan “Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi mereka tidak melihat 99% kegagalan saya” yang secara tersirat berarti untuk meraih keberhasilan kamu harus bersusah payah terlebih dahulu.  Tidak ada keberhasilan yang didapat dengan cara mudah dan cepat. Sebaliknya kemungkinan besar kamu harus merasakan sakitnya kegagalan hingga akhirnya benar-benar mengecap keberhasilan.

5. Apabila kamu sudah memutuskan menekuni suatu bidang, jadilah orang yang konsisten. Itu adalah kunci keberhasilan yang sebenarnya

Tidak hanya kemauan untuk bekerja keras, formula lainnya yang juga tak kalah penting untuk diterapkan adalah konsistensi ketika menekuni sebuah bidang. Pak Habibie mengatakan ketika ia memutuskan untuk menjadi insinyur penerbangan, ia fokus di ranah tersebut. Sekalipun dihadapkan dengan berbagai tantangan ia tidak lantas keluar dan putar arah. Sebaliknya beliau justru menekuni bidang tersebut hingga sekarang berhasil menjadi salah satu ahli penerbangan terbaik di Indonesia bahkan dunia. Dari pengalaman Pak Habibie itu kita mendapat pelajaran kalau untuk menjadi orang yang ahli dibutuhkan konsisten mempelajari satu hal secara mendalam. Jika kamu misalnya sudah memutuskan untuk menjadi penulis teruslah asah bakatmu tersebut hingga menjadi penulis profesional. Jangan mudah patah semangat ketika orang tidak menyukai karyamu. Buat tulisan lebih banyak lagi hingga suatu saat tulisanmu disukai.

>>> Published by Priscilla Immaculata Silaen 10 Agustus 2016 (IDTimes.com) <<<

Tuesday, March 15, 2016

Kiat Sukses Muhammad Al Fatih

kiat sukses 

Mengambil Hikmah Kiat Sukses Dari Sang Penakluk.

Kiat sukses itu banyak, namun sekarang kita akan belajar kiat sukses dari sebaik-baiknya raja menurut Rasulullah saw. Beliau adalah Sultan Muhammad Al Fatih, sang Penakluk Konstantinopel. Penaklukan Konstantinopel sebenarnya sudah disebutkan oleh Rasulullah saw melalui beberapa hadits. Kemudian, banyak raja yang mencoba untuk membuktikan ramalan itu. Semuanya gagal, kecuali Muhammad Al Fatih. Beliaulah sebaik-baiknya raja seperti yang disebutkan oleh Rasulullah saw.

Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]

Namun, meski sudah diramalkan oleh Rasulullah saw, adalah tidak mudah untuk menaklukan kota Konstantinopel. Banyak raja-raja sebelumnya yang mencoba, tetapi baru Sultan Al Fatih yang mampu menaklukannya. Apa rahasianya? Inilah kiat sukses yang akan kita coba bahas kali ini.

Kiat Sukses Pertama: Persiapan Matang

Persiapan Pribadi Adalah Kiat Sukses Yang Utama

Sejak kecil, Sultan Al Fatih sudah memiliki cita-cita untuk menjadi penakluk Konstantinopel. Apa yang beliau lakukan? Ya, mempersiapkan diri. Beliau mempelajari usaha-usaha yang pernah dilakukan oleh raja Islam sebelumnya. Percobaan dimulai pada zaman Mu’awiyah bin Abi Sufyan (tahun 44 H). Setidaknya ada 6 kerajaan besar yang sudah mencoba sebelumnya. Usaha-usaha itu dipelajarinya.

Apa hikmahnya? Meski sudah diramalkan oleh Rasulullah saw, namun persiapan matang untuk ihktiar yang optimal tetap perlu dilakukan. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mempersiapkan sebaik-baiknya diri kita untuk mencapai cita-cita kita?

Bukan hanya belajar dari sejarah. Al fatih, sejak kecil sudah digembleng dengan ilmu strategi perang dan tentu saja tidak lupa ilmu-ilmu agama dengan bimbingan seorang murabbi kharismatik saat itu. Tujuannya tiada lain, untuk kejayaan Islam. Ilmu agama dan ilmu militer keduanya dipelajari, tidak hanya salah satu. Islam memang tidak membeda-bedakan ilmu. Selama untuk mendekatkan diri dengan Allah, itulah ilmu yang bermanfaat.

Al-Qur’an, hadits, fiqih, bahasa (Arab, Parsi dan Turki), matematika, falak, sejarah, ilmu peperangan dan sebagainya adalah ilmu-ilmu yang dipelajari oleh Al Fatih. Sehingga Muhammad Al Fatih dikenal dengan ketinggian pribadinya.

Persiapan Pasukan

Saat akan menyerbu, Al Fatih menyiapkan 250 ribu tentara. Jumlah yang banyak. Sekali lagi, ini menunjukan bahwa jika kita mau berusaha, usahanya memang harus optimal. Tidak cukup mengatakan “saya sudah berusaha”. Kerahkan semua yang ada, jangan seadanya.

Selain besar dalam jumlah, Al Fatih juga membina tentaranya dengan semangat jihad. Bukan hanya menerpa fisiknya saja, tetapi ruhaninya pun disentuh karena ini justru sumber kekuatan utama. Sebelum perang pun, Al Fatih, berkhutbah terlebih dahulu di depan pasukannya tentang ketinggian jihad dan harapan kemenangan demi kejayaan Islam.

Optimalisasi ikhtiar juga diterapkan dalam hal teknologi. Bukan hanya mengandalkan jumlah dan semangat, namun teknologi militer tercanggih pun digunakan (saat itu meriam). Ini juga mengandung hikmah bagi kita semua, untuk tetap berusaha menguasai teknologi terbaru. Memang, di akhirat tidak akan ditanya teknologi, tetapi teknologi bisa digunakan untuk kejayaan Islam. Tetaplah belajar teknologi.

Persiapan Strategi

Sebelum berperang, Al Fatih, beserta guru dan tangan kanannya mempersiapkan strategi dengan teliti. Tidak, beliau tidak asal bertindak. Tetapi beliau bertindak dengan matang, dibekali oleh persiapan pribadi, pasukan, teknologi, dan tentu saja strategi yang jitu. Ilmu sebelum amal benar-benar dilakukan oleh Al Fatih. Tidak asal bertindak.

Kesabaran Dalam Berperang

Kiat sukses selanjutnya ialah kesabaran. Mulai dari kesabaran dalam mempersiapkan diri sampai kesabaran dalam berperang. Seperti dijelaskan diatas, bahwa Muhammad Al Fatih tidak terburu-buru menyerang, tetapi berbagai persiapan dilakukan terlebih dahulu.

Kemudian, saat peperangan dimulai, diperlukan waktu 54 hari untuk menaklukan kota Konstantinopel. Hampir dua bulan, hidup dalam peperangan, capek, dan nyawa terancam. Tetapi Muhammad Al Fatih dan pasukan tetap teguh dalam usahanya menaklukan kota Konstantinopel. Inilah yang disebut sabar, sabar saat berusaha, bukan sabar yang diam atau menyerah.

Artinya kita pun perlu memiliki kesabaran dalam meraih cita-cita kita. Kita harus sabar mulai dari persiapan dan sabar dalam menempuh perjalanan menuju tujuan kita. Ini kiat sukses sederhana, namun sedikit sekali orang yang mau melakukannya. Mudah-mudahan kiat sukses ini tambah meresap dan menghujam ke hati kita.

“Bermunajat hanya kepada Allah, jauhkan diri dari maksiat, bertahajjud pada malam hari dan berpuasalah pada esok hari.” – Muhammad Al Fatih

Kesimpulan

Setelah saya memetik hikmah dari perjuangan idola saya, Al Fatih, saya memutuskan untuk mengoptimalisasi semua usaha yang selama ini saya lakukan. Saya sadar, untuk mencapai sesuatu yang luar biasa diperlukan persiapan dan usaha yang luar biasa sambil tidak lupa tetap meminta pertolongan dari Allah.

Saat Anda mengatakan susah, artinya memang perlu membina diri atau mempersiapkan diri agar apa yang ada dihadapan Anda menjadi bisa dilakukan.

Semoga, saya dan Anda bisa mewarisi kiat sukses dari Al Fatih, sehingga akan muncul Al Fatih-Al Fatih baru yang siap menyosong masa depan untuk kejayaan umat Islam. Yuk, mulai sekarang kita menerapkan kiat sukses yang luar biasa ini.
Kiat sukses lain dari Muhammad Al Fatih

Kekuatan Visi – The Power Of Vision

Mengapa Kita Memerlukan Kekuatan Visi

kekuatan visi

Sebelum kita membahas apa itu kekuatan visi dan apa manfaatnya untuk kita, saya ingin sedikit menjelaskan apa itu visi bagi Anda yang belum memahaminya. Sebab kita tidak akan bisa mendapatkan kekuatan visi jika kita belum memahami apa itu visi.

Saya akan jelaskan dengan sederhana, visi itu adalah gambaran masa depan Anda sesuai dengan peran yang Anda lakoni saat ini. Sebagai seorang ayah, mau menjadi ayah seperti apa nanti. Sebagai seorang pebisnis, mau menjadi pebisnis seperti apa nanti. begitu juga sebagai seorang karyawan, mau menjadi karyawan seperti apa nanti. Kata kunci visi adalah menjadi.

Mengapa Kekuatan Visi Begitu Penting

Saya tidak akan berteori, namun akan menyajikan bukti nyata dari seseorang yang sudah terbukti berhasil mendapatkan pencapaian luar biasa dari kekuatan visi.

Anda kenal Muhammad Al Fatih? Ya, beliau adalah penakluk Konstatinopel. Apa yang istimewa?
Kita patut belajar kepada beliau, karena menurut Rasulullah saw, beliau adalah sebaik-baiknya pemimpin sebagai dijelaskan dalam sebuah hadits,

Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]

Salah satu rahasia keberhasilan Muhammad Al Fatih adalah karena memiliki visi yang kuat. Visi bahwa Muhammad Al Fatih akan menjadi penakluk Konstaninopel, dan ini sudah ditanamkan sejak kecil. Para guru beliau selalu menanamkan visi ini sejak kecil. Beliau diyakinkan bahwa beliau akan menjadi pemimpin yang dimaksud dalam hadits tersebut.

Penaklukan Konstatinopel itu bukanlah hal yang mudah. Sudah banyak sultan-sultan yang mencoba menaklukannya namun tetap saja tidak berhasil. Jadi ini adalah pencapaian luar biasa, yang salah satu faktor keberhasilannya adalah visi yang kuat yang ditanamkan sejak kecil.

Tentu saja, bukan hanya visi yang kuat yang menjadikan beliau sukses. Namun berbagai persiapan, pengorbanan, dan kesabaran juga memiliki peran dalam penaklukan itu. Tetapi semua persiapan dan pembangun pasukan beserta kelengkapannya berdasarkan visi yang kuat ini. Silahkan baca disini untuk membaca artikel yang menjelaskan bagaimana beliau bisa menaklukan kota tersebut.

Visi ibarat sebuah blue print atau cetak biru. Saat Anda membangun rumah, apalagi rumah besar, akan jauh lebih mudah jika Anda memiliki blue print dalam membangun rumah itu. Bukti bahwa blue print itu begitu penting, Anda harus membayar mahal seorang arsitek untuk membuatnya.

Bahkan membuat rumah kecil pun sama, ada “blue print” yang tetap menjadi panduan meski pun tidak tertulis dan hanya tergambar dalam kepala. Anda tentu sudah punya gambaran, rumah Anda akan menjadi apa, meski pun Anda tidak punya cetak biru secara fisik, tetapi ada di kepala Anda. Anda tidak akan pernah bisa membuat rumah jika Anda tidak mengetahui rumah seperti apa yang akan Anda bangun.

Kekuatan Visi Berguna Untuk Anda Dan Tim Anda

Jika Anda seorang pebisnis, maka kejelasan visi juga sangat penting untuk tim Anda. Anda harus memberitahu visi Anda kepada semua tim dan pastikan mereka memahaminya dengan baik. Seorang pemborong bangunan rumah pun memahami blue print dan mengarahkan anak buahnya sesuai blue print sehingga terbentuk rumah sesuai dengan keinginan Anda.

Inilah jawaban mengapa perusahaan-perusahaan besar selalu punya visi, karena akan memudahkan owner, pemimpin, dan semua karyawan di perusahaan itu untuk bekerja.

Kekuatan Visi Untuk Pengembangan dan Kesuksesan Pribadi

Saat Anda sudah memiliki visi yang jelas, hidup Anda akan lebih terarah dan efektif. Untuk itulah Anda juga harus memiliki visi pribadi Anda sesuai dengan peran-peran yang Anda lakoni.

Cara Menyusun Visi Pribadi

Langkah Pertama

Visi diawali oleh misi hidup Anda. Masih banyak yang keliru, menempat misi setelah visi. Hal ini karena mereka tidak memahami apa itu visi dan apa itu misi. Ya, segalanya dimulai dengan misi Anda. Mau apa Anda hidup? Sebagai seorang Muslim, ada dua misi utama yaitu sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi. Jika Anda mau merumuskan misi-misi yang lebih kecil lagi, selama itu bagian dari kedua misi ini, silahkan saja.

Langkah Kedua

Setelah Anda memahami apa misi Anda, kemudian sekarang peran apa yang akan Anda lakoni dalam mengemban misi Anda. Peran yang dimaksud adalah seperti peran ayah, peran ibu, peran seorang pebisnis, peran seorang karyawan, peran sebagai tetangga, peran sebagai pemimpin, dan sebagainya. Setiap orang akan memiliki beberapa peran sekaligus. Ada peran yang sudah menjadi bawaan, ada juga peran pilihan sesuai dengan minat dan potensi Anda.

Langkah Ketiga

Dari setiap peran yang Anda lakoni, imajinasikanlah Anda ingin menjadi seperti apa nanti. Jika Anda seorang pebisnis, dalam misi sebagai hamba Allah dan khalifah, Anda ingin menjadi seorang pebisnis yang seperti apa. Gambarkanlah dengan ideal. Ya dengan ideal. Idealisasi itu penting, meski kita tahu tidak akan pernah mencapainya, namun akan mengarahkan kita untuk memberikan yang terbaik.
Oh ya, jika Anda ingin mendapatkan panduan lebih detil tentang cara membangun visi, dilengkapi dengan arahan audio, silahkan miliki produk saya Beautiful Mind Power. Bukan hanya visi yang dibahas, tetapi faktor-faktor sukses lainnya juga.

Hidup Anda Akan Berbeda

Jika Anda sudah memiliki visi yang kuat, hidup Anda akan berubah. Hidup Anda akan terarah dan semua yang Anda lakukan akan efektif. Dan yang lebih penting adalah kekuatan visi itu menjadikan hidup Anda lebih bermakna sesuai dengan misi hidup manusia.
Muhammad Al Fatih memiliki visi menjadi penakluk, karena memang peran beliau sebagai sultan. Mungkin Anda tidak menjadi penakluk kota terkuat, namun Anda bisa menjadi penakluk yang lainnya. Anda bisa menjadi seorang pengusaha besar yang membawa kebaikan untuk sebanyak-banyaknya umat. Semua itu dimulai dengan memanfaatkan kekuatan visi.

Bulatkan Tekad Dan Bertawakallah

Sepenggal Kisah Kebulatan Tekad dan Berserah Diri

tawakal

“Anaku harus sekolah tinggi. Saya akan menyekolahkan anak saya setinggi mungkin. Saya tidak mau, anak saya susah seperti saya.” tekad seorang bapak. Tekad ini muncul saat melihat anak-anak sekolah di dekat tempat kerjanya sebagai kuli bangunan.

Namun tekad ini tidaklah mendapatkan dukungan dari orang lain, termasuk dari saudara-saudaranya. Kenapa? Ya, impian menyekolahkan keempat anaknya tidak mungkin untuk ukuran seorang kuli bangunan, yang hasilnya hanya pas-pasan untuk makan. Banyak yang “menasihati” agar tidak muluk-muluk bermimpi. Katanya nanti kecewa, tidak usah memaksakan diri.

Namun tekad bapak ini sudah kuat. Tak peduli dengan kata orang lain yang melemahkan. Tak peduli dengan cibiran orang lain yang menganggapnya tidak akan berhasil. Bagaimana mungkin, banyak orang yang berpenghasilan lebih baik dan tetap, tetapi tidak mampu menyekolahkan anaknya. Sementara, seorang kuli bangunan, dengan gaji pas-pasan dan tidak tetap pula, punya mimpi ingin menyekolahkan anaknya setinggi mungkin.
Apa kata bapak ini?
“Saya serahkan saja kepada Allah. Jika Allah mengijinkan anak saya untuk sekolah tinggi, meski itu terlihat sangat sulit dan tidak mungkin, maka apa yang bisa menghalangi?”

“Manusia hanya berusaha, Allah yang menentukan. Menurut ukuran manusia saya tidak mampu, tetapi jika Allah sudah mentakdirkan anak saya sekolah tinggi, maka semua akan menjadi mungkin.”
Memang, dalam perjalan menyekolahkan anak-anak beliau tidaklah mudah. Penuh perjuangan, penuh air mata. Rasa sakit dan malu tidak pernah dihiraukannya demi meraih tekadnya. Semua kesulitan dilaluinya. Cemooh orang tidak pernah menghentikannya untuk terus menyekolahkan anak-anaknya setinggi mungkin.

Tekad yang kuat dan keyakinan akan pertolongan Allah bukan menjadikannya berpangku tangan, justru menjadikannya menjadi pribadi yang pantang menyerah. Saat kesulitan-kesulitan menghadang di depan mata, beliau selalu yakin akan ada jalan. Keyakinan inilah yang menjadikannya selalu berusaha, mencari jalan karena jalan itu ada hanya saja belum terlihat.

Dan, semuanya terbukti. Setiap masalah, sebesar apa pun masalah itu, selalu ada jalan untuk mengatasinya. Meski tidak mudah, meski berat, meski penuh dengan penderitaan, namun semua penghalang itu terbukti bisa diatasinya. Beliau tidak pernah berhenti dengan masalah, terus melaju didorong tekad yang kuat dan tawakal kepada Allah.
 
Apakah bapak ini berhasil? Ya, setelah puluhan tahun lewat apa yang menjadi impian bapak ini tercapai. Memang tidak mudah, namun sesuatu yang orang katakan tidak mungkin menjadi mungkin dengan tekad yang kuat dan tawakal. Tekad yang kuat menggerakan diri dan tawakal mempermudah mendapatkan pertolongan Allah.

Sungguh perjalanan bapak ini (kisah nyata) sesuai dengan 2 ayat Al Quran yang bisa memberikan inspirasi luar biasa kepada kita semua.

Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal. (QS Ali Imaraan:159-160)

Tawakal Setelah Tekad DAN Usaha

Ada yang menarik pada ayat diatas, yang saya lihat banyak dilupakan adalah ada tawakal setelah tekad. Saya sering mendengar bahwa berusahakan semampu kita kemudian hasilnya diserahkan kepada Allah. Saya sering melihat pemahaman bahwa tawakal diletakan setelah ikhtiar. Apa ini salah? Tidak, tentu saja benar karena hal ini pun ada dalilnya:

Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban dan Iman Al-Hakim dari Ja’far bin Umaiyahdari ayahnya, ia berkata:”Seorang berkata kepada Nabi saw, Aku lepaskan untaku dan (lalu) akubertawakal?. Nabi Bersabda: Ikatlah, kemudian bertawakalah” Dalam hadist lain di sebutkan: “Amir bin Umaiyah ra berkata: ‘Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, Apakah aku ikat dahulu (tungganganku)lalu aku bertawakal kepada Allah, atau aku lepaskan begitu saja lalu aku bertawakal?”. Beliaumenjawab, ‘Ikatlah kendaraan (unta)mu lalu bertawakallah‘. Imam Hakim mengetengahkan sebuah riwayat, bahwa Rasulullah telah menegaskan: “Orang yang bertawakkal adalah orang yang menebar benih di ladang, kemudian berserah dirikepada Allah“.

Sementara pada ayat QS Ali Imraan:159, tawakal diletakan setelah tekad. Artinya bertawakal kepada Allah sebelum bertindak. Dari dalil-dalil ini, saya lihat bahwa tawakal itu sebelum DAN setelah bertindak, bukan HANYA setelah bertindak. Perhatikan, kata kuncinya adalah DAN.

Tawakal sebelum bertindak agar Allah menolong, membantu, dan membimbing tindakan kita sehingga ini akan memudahkan kita untuk meraih apa yang sudah kita tekadkan. Sehingga dijelaskan pada ayat berikutnya, dimana jika Allah sudah menolong, siapa yang bisa menghalangi. Dan, tawakal setelah bertindak, kita pun kembali menyerahkan diri kepada Allah. Allah yang berhak menentukan hasil dari ikhtiar kita. Meski pun menurut manusia tidak mungkin, tetapi semua mungkin bagi Allah.

Kesimpulan

Sekarang, bulatkan tekad Anda untuk meraih impian mulia Anda. Kemudian bertawakallah kepada Allah agar Allah menolong dan membantu langkah-langkah kita dalam menggapai impian itu. Setelah berusaha, maka serahkan kembali hasilnya kepada Allah. Dengan cara ini, Anda akan merasakan semangat yang menggelora, pantang menyerah, dan ketenangan jiwa.
Bulatkan Tekad Dan Bertawakallah