Tilawah Al Qur'an MP3

Download Tilawah Al Qur'an 30 Juz dari berbagai Qori.

sad


Tuesday, March 15, 2016

Kiat Sukses Muhammad Al Fatih

kiat sukses 

Mengambil Hikmah Kiat Sukses Dari Sang Penakluk.

Kiat sukses itu banyak, namun sekarang kita akan belajar kiat sukses dari sebaik-baiknya raja menurut Rasulullah saw. Beliau adalah Sultan Muhammad Al Fatih, sang Penakluk Konstantinopel. Penaklukan Konstantinopel sebenarnya sudah disebutkan oleh Rasulullah saw melalui beberapa hadits. Kemudian, banyak raja yang mencoba untuk membuktikan ramalan itu. Semuanya gagal, kecuali Muhammad Al Fatih. Beliaulah sebaik-baiknya raja seperti yang disebutkan oleh Rasulullah saw.

Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]

Namun, meski sudah diramalkan oleh Rasulullah saw, adalah tidak mudah untuk menaklukan kota Konstantinopel. Banyak raja-raja sebelumnya yang mencoba, tetapi baru Sultan Al Fatih yang mampu menaklukannya. Apa rahasianya? Inilah kiat sukses yang akan kita coba bahas kali ini.

Kiat Sukses Pertama: Persiapan Matang

Persiapan Pribadi Adalah Kiat Sukses Yang Utama

Sejak kecil, Sultan Al Fatih sudah memiliki cita-cita untuk menjadi penakluk Konstantinopel. Apa yang beliau lakukan? Ya, mempersiapkan diri. Beliau mempelajari usaha-usaha yang pernah dilakukan oleh raja Islam sebelumnya. Percobaan dimulai pada zaman Mu’awiyah bin Abi Sufyan (tahun 44 H). Setidaknya ada 6 kerajaan besar yang sudah mencoba sebelumnya. Usaha-usaha itu dipelajarinya.

Apa hikmahnya? Meski sudah diramalkan oleh Rasulullah saw, namun persiapan matang untuk ihktiar yang optimal tetap perlu dilakukan. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mempersiapkan sebaik-baiknya diri kita untuk mencapai cita-cita kita?

Bukan hanya belajar dari sejarah. Al fatih, sejak kecil sudah digembleng dengan ilmu strategi perang dan tentu saja tidak lupa ilmu-ilmu agama dengan bimbingan seorang murabbi kharismatik saat itu. Tujuannya tiada lain, untuk kejayaan Islam. Ilmu agama dan ilmu militer keduanya dipelajari, tidak hanya salah satu. Islam memang tidak membeda-bedakan ilmu. Selama untuk mendekatkan diri dengan Allah, itulah ilmu yang bermanfaat.

Al-Qur’an, hadits, fiqih, bahasa (Arab, Parsi dan Turki), matematika, falak, sejarah, ilmu peperangan dan sebagainya adalah ilmu-ilmu yang dipelajari oleh Al Fatih. Sehingga Muhammad Al Fatih dikenal dengan ketinggian pribadinya.

Persiapan Pasukan

Saat akan menyerbu, Al Fatih menyiapkan 250 ribu tentara. Jumlah yang banyak. Sekali lagi, ini menunjukan bahwa jika kita mau berusaha, usahanya memang harus optimal. Tidak cukup mengatakan “saya sudah berusaha”. Kerahkan semua yang ada, jangan seadanya.

Selain besar dalam jumlah, Al Fatih juga membina tentaranya dengan semangat jihad. Bukan hanya menerpa fisiknya saja, tetapi ruhaninya pun disentuh karena ini justru sumber kekuatan utama. Sebelum perang pun, Al Fatih, berkhutbah terlebih dahulu di depan pasukannya tentang ketinggian jihad dan harapan kemenangan demi kejayaan Islam.

Optimalisasi ikhtiar juga diterapkan dalam hal teknologi. Bukan hanya mengandalkan jumlah dan semangat, namun teknologi militer tercanggih pun digunakan (saat itu meriam). Ini juga mengandung hikmah bagi kita semua, untuk tetap berusaha menguasai teknologi terbaru. Memang, di akhirat tidak akan ditanya teknologi, tetapi teknologi bisa digunakan untuk kejayaan Islam. Tetaplah belajar teknologi.

Persiapan Strategi

Sebelum berperang, Al Fatih, beserta guru dan tangan kanannya mempersiapkan strategi dengan teliti. Tidak, beliau tidak asal bertindak. Tetapi beliau bertindak dengan matang, dibekali oleh persiapan pribadi, pasukan, teknologi, dan tentu saja strategi yang jitu. Ilmu sebelum amal benar-benar dilakukan oleh Al Fatih. Tidak asal bertindak.

Kesabaran Dalam Berperang

Kiat sukses selanjutnya ialah kesabaran. Mulai dari kesabaran dalam mempersiapkan diri sampai kesabaran dalam berperang. Seperti dijelaskan diatas, bahwa Muhammad Al Fatih tidak terburu-buru menyerang, tetapi berbagai persiapan dilakukan terlebih dahulu.

Kemudian, saat peperangan dimulai, diperlukan waktu 54 hari untuk menaklukan kota Konstantinopel. Hampir dua bulan, hidup dalam peperangan, capek, dan nyawa terancam. Tetapi Muhammad Al Fatih dan pasukan tetap teguh dalam usahanya menaklukan kota Konstantinopel. Inilah yang disebut sabar, sabar saat berusaha, bukan sabar yang diam atau menyerah.

Artinya kita pun perlu memiliki kesabaran dalam meraih cita-cita kita. Kita harus sabar mulai dari persiapan dan sabar dalam menempuh perjalanan menuju tujuan kita. Ini kiat sukses sederhana, namun sedikit sekali orang yang mau melakukannya. Mudah-mudahan kiat sukses ini tambah meresap dan menghujam ke hati kita.

“Bermunajat hanya kepada Allah, jauhkan diri dari maksiat, bertahajjud pada malam hari dan berpuasalah pada esok hari.” – Muhammad Al Fatih

Kesimpulan

Setelah saya memetik hikmah dari perjuangan idola saya, Al Fatih, saya memutuskan untuk mengoptimalisasi semua usaha yang selama ini saya lakukan. Saya sadar, untuk mencapai sesuatu yang luar biasa diperlukan persiapan dan usaha yang luar biasa sambil tidak lupa tetap meminta pertolongan dari Allah.

Saat Anda mengatakan susah, artinya memang perlu membina diri atau mempersiapkan diri agar apa yang ada dihadapan Anda menjadi bisa dilakukan.

Semoga, saya dan Anda bisa mewarisi kiat sukses dari Al Fatih, sehingga akan muncul Al Fatih-Al Fatih baru yang siap menyosong masa depan untuk kejayaan umat Islam. Yuk, mulai sekarang kita menerapkan kiat sukses yang luar biasa ini.
Kiat sukses lain dari Muhammad Al Fatih

Kekuatan Visi – The Power Of Vision

Mengapa Kita Memerlukan Kekuatan Visi

kekuatan visi

Sebelum kita membahas apa itu kekuatan visi dan apa manfaatnya untuk kita, saya ingin sedikit menjelaskan apa itu visi bagi Anda yang belum memahaminya. Sebab kita tidak akan bisa mendapatkan kekuatan visi jika kita belum memahami apa itu visi.

Saya akan jelaskan dengan sederhana, visi itu adalah gambaran masa depan Anda sesuai dengan peran yang Anda lakoni saat ini. Sebagai seorang ayah, mau menjadi ayah seperti apa nanti. Sebagai seorang pebisnis, mau menjadi pebisnis seperti apa nanti. begitu juga sebagai seorang karyawan, mau menjadi karyawan seperti apa nanti. Kata kunci visi adalah menjadi.

Mengapa Kekuatan Visi Begitu Penting

Saya tidak akan berteori, namun akan menyajikan bukti nyata dari seseorang yang sudah terbukti berhasil mendapatkan pencapaian luar biasa dari kekuatan visi.

Anda kenal Muhammad Al Fatih? Ya, beliau adalah penakluk Konstatinopel. Apa yang istimewa?
Kita patut belajar kepada beliau, karena menurut Rasulullah saw, beliau adalah sebaik-baiknya pemimpin sebagai dijelaskan dalam sebuah hadits,

Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]

Salah satu rahasia keberhasilan Muhammad Al Fatih adalah karena memiliki visi yang kuat. Visi bahwa Muhammad Al Fatih akan menjadi penakluk Konstaninopel, dan ini sudah ditanamkan sejak kecil. Para guru beliau selalu menanamkan visi ini sejak kecil. Beliau diyakinkan bahwa beliau akan menjadi pemimpin yang dimaksud dalam hadits tersebut.

Penaklukan Konstatinopel itu bukanlah hal yang mudah. Sudah banyak sultan-sultan yang mencoba menaklukannya namun tetap saja tidak berhasil. Jadi ini adalah pencapaian luar biasa, yang salah satu faktor keberhasilannya adalah visi yang kuat yang ditanamkan sejak kecil.

Tentu saja, bukan hanya visi yang kuat yang menjadikan beliau sukses. Namun berbagai persiapan, pengorbanan, dan kesabaran juga memiliki peran dalam penaklukan itu. Tetapi semua persiapan dan pembangun pasukan beserta kelengkapannya berdasarkan visi yang kuat ini. Silahkan baca disini untuk membaca artikel yang menjelaskan bagaimana beliau bisa menaklukan kota tersebut.

Visi ibarat sebuah blue print atau cetak biru. Saat Anda membangun rumah, apalagi rumah besar, akan jauh lebih mudah jika Anda memiliki blue print dalam membangun rumah itu. Bukti bahwa blue print itu begitu penting, Anda harus membayar mahal seorang arsitek untuk membuatnya.

Bahkan membuat rumah kecil pun sama, ada “blue print” yang tetap menjadi panduan meski pun tidak tertulis dan hanya tergambar dalam kepala. Anda tentu sudah punya gambaran, rumah Anda akan menjadi apa, meski pun Anda tidak punya cetak biru secara fisik, tetapi ada di kepala Anda. Anda tidak akan pernah bisa membuat rumah jika Anda tidak mengetahui rumah seperti apa yang akan Anda bangun.

Kekuatan Visi Berguna Untuk Anda Dan Tim Anda

Jika Anda seorang pebisnis, maka kejelasan visi juga sangat penting untuk tim Anda. Anda harus memberitahu visi Anda kepada semua tim dan pastikan mereka memahaminya dengan baik. Seorang pemborong bangunan rumah pun memahami blue print dan mengarahkan anak buahnya sesuai blue print sehingga terbentuk rumah sesuai dengan keinginan Anda.

Inilah jawaban mengapa perusahaan-perusahaan besar selalu punya visi, karena akan memudahkan owner, pemimpin, dan semua karyawan di perusahaan itu untuk bekerja.

Kekuatan Visi Untuk Pengembangan dan Kesuksesan Pribadi

Saat Anda sudah memiliki visi yang jelas, hidup Anda akan lebih terarah dan efektif. Untuk itulah Anda juga harus memiliki visi pribadi Anda sesuai dengan peran-peran yang Anda lakoni.

Cara Menyusun Visi Pribadi

Langkah Pertama

Visi diawali oleh misi hidup Anda. Masih banyak yang keliru, menempat misi setelah visi. Hal ini karena mereka tidak memahami apa itu visi dan apa itu misi. Ya, segalanya dimulai dengan misi Anda. Mau apa Anda hidup? Sebagai seorang Muslim, ada dua misi utama yaitu sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi. Jika Anda mau merumuskan misi-misi yang lebih kecil lagi, selama itu bagian dari kedua misi ini, silahkan saja.

Langkah Kedua

Setelah Anda memahami apa misi Anda, kemudian sekarang peran apa yang akan Anda lakoni dalam mengemban misi Anda. Peran yang dimaksud adalah seperti peran ayah, peran ibu, peran seorang pebisnis, peran seorang karyawan, peran sebagai tetangga, peran sebagai pemimpin, dan sebagainya. Setiap orang akan memiliki beberapa peran sekaligus. Ada peran yang sudah menjadi bawaan, ada juga peran pilihan sesuai dengan minat dan potensi Anda.

Langkah Ketiga

Dari setiap peran yang Anda lakoni, imajinasikanlah Anda ingin menjadi seperti apa nanti. Jika Anda seorang pebisnis, dalam misi sebagai hamba Allah dan khalifah, Anda ingin menjadi seorang pebisnis yang seperti apa. Gambarkanlah dengan ideal. Ya dengan ideal. Idealisasi itu penting, meski kita tahu tidak akan pernah mencapainya, namun akan mengarahkan kita untuk memberikan yang terbaik.
Oh ya, jika Anda ingin mendapatkan panduan lebih detil tentang cara membangun visi, dilengkapi dengan arahan audio, silahkan miliki produk saya Beautiful Mind Power. Bukan hanya visi yang dibahas, tetapi faktor-faktor sukses lainnya juga.

Hidup Anda Akan Berbeda

Jika Anda sudah memiliki visi yang kuat, hidup Anda akan berubah. Hidup Anda akan terarah dan semua yang Anda lakukan akan efektif. Dan yang lebih penting adalah kekuatan visi itu menjadikan hidup Anda lebih bermakna sesuai dengan misi hidup manusia.
Muhammad Al Fatih memiliki visi menjadi penakluk, karena memang peran beliau sebagai sultan. Mungkin Anda tidak menjadi penakluk kota terkuat, namun Anda bisa menjadi penakluk yang lainnya. Anda bisa menjadi seorang pengusaha besar yang membawa kebaikan untuk sebanyak-banyaknya umat. Semua itu dimulai dengan memanfaatkan kekuatan visi.

Bulatkan Tekad Dan Bertawakallah

Sepenggal Kisah Kebulatan Tekad dan Berserah Diri

tawakal

“Anaku harus sekolah tinggi. Saya akan menyekolahkan anak saya setinggi mungkin. Saya tidak mau, anak saya susah seperti saya.” tekad seorang bapak. Tekad ini muncul saat melihat anak-anak sekolah di dekat tempat kerjanya sebagai kuli bangunan.

Namun tekad ini tidaklah mendapatkan dukungan dari orang lain, termasuk dari saudara-saudaranya. Kenapa? Ya, impian menyekolahkan keempat anaknya tidak mungkin untuk ukuran seorang kuli bangunan, yang hasilnya hanya pas-pasan untuk makan. Banyak yang “menasihati” agar tidak muluk-muluk bermimpi. Katanya nanti kecewa, tidak usah memaksakan diri.

Namun tekad bapak ini sudah kuat. Tak peduli dengan kata orang lain yang melemahkan. Tak peduli dengan cibiran orang lain yang menganggapnya tidak akan berhasil. Bagaimana mungkin, banyak orang yang berpenghasilan lebih baik dan tetap, tetapi tidak mampu menyekolahkan anaknya. Sementara, seorang kuli bangunan, dengan gaji pas-pasan dan tidak tetap pula, punya mimpi ingin menyekolahkan anaknya setinggi mungkin.
Apa kata bapak ini?
“Saya serahkan saja kepada Allah. Jika Allah mengijinkan anak saya untuk sekolah tinggi, meski itu terlihat sangat sulit dan tidak mungkin, maka apa yang bisa menghalangi?”

“Manusia hanya berusaha, Allah yang menentukan. Menurut ukuran manusia saya tidak mampu, tetapi jika Allah sudah mentakdirkan anak saya sekolah tinggi, maka semua akan menjadi mungkin.”
Memang, dalam perjalan menyekolahkan anak-anak beliau tidaklah mudah. Penuh perjuangan, penuh air mata. Rasa sakit dan malu tidak pernah dihiraukannya demi meraih tekadnya. Semua kesulitan dilaluinya. Cemooh orang tidak pernah menghentikannya untuk terus menyekolahkan anak-anaknya setinggi mungkin.

Tekad yang kuat dan keyakinan akan pertolongan Allah bukan menjadikannya berpangku tangan, justru menjadikannya menjadi pribadi yang pantang menyerah. Saat kesulitan-kesulitan menghadang di depan mata, beliau selalu yakin akan ada jalan. Keyakinan inilah yang menjadikannya selalu berusaha, mencari jalan karena jalan itu ada hanya saja belum terlihat.

Dan, semuanya terbukti. Setiap masalah, sebesar apa pun masalah itu, selalu ada jalan untuk mengatasinya. Meski tidak mudah, meski berat, meski penuh dengan penderitaan, namun semua penghalang itu terbukti bisa diatasinya. Beliau tidak pernah berhenti dengan masalah, terus melaju didorong tekad yang kuat dan tawakal kepada Allah.
 
Apakah bapak ini berhasil? Ya, setelah puluhan tahun lewat apa yang menjadi impian bapak ini tercapai. Memang tidak mudah, namun sesuatu yang orang katakan tidak mungkin menjadi mungkin dengan tekad yang kuat dan tawakal. Tekad yang kuat menggerakan diri dan tawakal mempermudah mendapatkan pertolongan Allah.

Sungguh perjalanan bapak ini (kisah nyata) sesuai dengan 2 ayat Al Quran yang bisa memberikan inspirasi luar biasa kepada kita semua.

Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal. (QS Ali Imaraan:159-160)

Tawakal Setelah Tekad DAN Usaha

Ada yang menarik pada ayat diatas, yang saya lihat banyak dilupakan adalah ada tawakal setelah tekad. Saya sering mendengar bahwa berusahakan semampu kita kemudian hasilnya diserahkan kepada Allah. Saya sering melihat pemahaman bahwa tawakal diletakan setelah ikhtiar. Apa ini salah? Tidak, tentu saja benar karena hal ini pun ada dalilnya:

Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban dan Iman Al-Hakim dari Ja’far bin Umaiyahdari ayahnya, ia berkata:”Seorang berkata kepada Nabi saw, Aku lepaskan untaku dan (lalu) akubertawakal?. Nabi Bersabda: Ikatlah, kemudian bertawakalah” Dalam hadist lain di sebutkan: “Amir bin Umaiyah ra berkata: ‘Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, Apakah aku ikat dahulu (tungganganku)lalu aku bertawakal kepada Allah, atau aku lepaskan begitu saja lalu aku bertawakal?”. Beliaumenjawab, ‘Ikatlah kendaraan (unta)mu lalu bertawakallah‘. Imam Hakim mengetengahkan sebuah riwayat, bahwa Rasulullah telah menegaskan: “Orang yang bertawakkal adalah orang yang menebar benih di ladang, kemudian berserah dirikepada Allah“.

Sementara pada ayat QS Ali Imraan:159, tawakal diletakan setelah tekad. Artinya bertawakal kepada Allah sebelum bertindak. Dari dalil-dalil ini, saya lihat bahwa tawakal itu sebelum DAN setelah bertindak, bukan HANYA setelah bertindak. Perhatikan, kata kuncinya adalah DAN.

Tawakal sebelum bertindak agar Allah menolong, membantu, dan membimbing tindakan kita sehingga ini akan memudahkan kita untuk meraih apa yang sudah kita tekadkan. Sehingga dijelaskan pada ayat berikutnya, dimana jika Allah sudah menolong, siapa yang bisa menghalangi. Dan, tawakal setelah bertindak, kita pun kembali menyerahkan diri kepada Allah. Allah yang berhak menentukan hasil dari ikhtiar kita. Meski pun menurut manusia tidak mungkin, tetapi semua mungkin bagi Allah.

Kesimpulan

Sekarang, bulatkan tekad Anda untuk meraih impian mulia Anda. Kemudian bertawakallah kepada Allah agar Allah menolong dan membantu langkah-langkah kita dalam menggapai impian itu. Setelah berusaha, maka serahkan kembali hasilnya kepada Allah. Dengan cara ini, Anda akan merasakan semangat yang menggelora, pantang menyerah, dan ketenangan jiwa.
Bulatkan Tekad Dan Bertawakallah

Kiat Menjadi Pengusaha Sukses dengan Modal Kecil

Modal Kecil Bukan Alasan Tidak Menjadi Pengusaha Sukses

Yang penting adalah … mindset. Kiat menjadi pengusaha sukses dengan modal kecil adalah memiliki mindset yang benar dan mindset yang besar.
Bukan modal yang menentukan sukses atau tidaknya Anda sebagai pengusaha, tetapi 80% ditentukan oleh mindset.
Mindset seperti apa yang menjadikan seseorang sukses meski dia bermodalkan kecil?
Inilah yang akan dibahas pada artikel ini. Fahami artikel ini, jadikan prinsip Anda dalam membangun bisnis, maka tidak peduli sebesar apa pun modal Anda saat ini, maka Anda akan berhasil. In syaa Allah.

Tidak Apa-apa Modal Kecil Yang Penting Berpikiran Besar

Modal kecil bukan penghalang, jika Anda memiliki pikiran yang besar.
Coba Anda renungkan fakta di lapangan ini.
Ada banyak tukang bakso. Mungkin dimulai dari kebutuhan untuk mendapatkan nafkah, dia mau mendorong gerobak atau memikul pikulan bakso keliling kampung.
Dan bisa kita lihat.
Ada sebagian yang terus jualan bakso berpuluh-puluh tahun.
Ada yang beralih ke profesi lain yang hasilnya tidak jauh beda.
Sementara ada juga diantara mereka …
Memiliki kedai bakso dipinggir jalan.
Memiliki restosan bakso yang berkelas di mall-mall.
Memiliki ratusan anak buah yang menjajakan baksonya.
Apa yang Anda tangkap dari kenyataan ini?
Bukan masalah apakah dia dagang bakso dengan penghasilan yang kecil yang menentukan keberhasilan seseorang, tetapi lebih penting adalah bagaimana cara dia berpikir.
Sama-sama jualan bakso, tapi ujungnya beda. Perbedaanya adalah ada di pikiran mereka.
Jadi, tidak masalah modal Anda kecil, tapi miliki pikiran besar.
Bagaimana caranya berpikir besar?
  1. Miliki keinginan Anda akan sukses sebagai pengusaha.
  2. Miliki visi yang besar, gambaran masa depan yang Anda inginkan.
  3. Miliki optimisme bahwa Anda akan sukses.
  4. Bangun kepercayaan diri, bahwa Anda mampu membesarkan bisnis Anda, meski saat ini masih kecil.

Jadi, Bagaimana Caranya Menjadi Pengusaha Sukses Dengan Modal Kecil?

Jika Bisnis Anda Mau Besar, Anda Butuh Modal Besar

Katanya bisa dengan modal kecil?
Tidak. Jika Anda memiliki modal kecil, maka bisnis yang Anda bangun akan kecil juga. Bisnis besar akan membutuhkan modal besar.
Jika Anda ingin membangun usaha yang besar, Anda harus membangun modal atau aset. Dan itu bisa dimulai dari modal kecil.
Bisnis dengan modal kecil hanyalah awal. Gunakan bisnis kecil Anda ini, leverage it, sehingga Anda memiliki bisnis besar.
Artinya, jika Anda ingin sukses, Anda harus memiliki prioritas untuk memperbesar bisnis Anda dengan cara membangun aset. Jangan buru-buru ingin cepat menikmati. Saat Anda sudah mulai memiliki penghasilan atau keuntungan, usahakan untuk menyisihkan sebagian untuk membangun aset Anda. Istilahnya Anda harus mengumpulkan modal.
Anda bisa mengumpulkan modal dengan berbagai cara. Bisa dengan menabung dalam bentuk tunai untuk keperluan yang lebih besar, misalnya membeli aset. Atau menambah stok produk. Membangun data base pelanggan. Dan sebagainya yang memperbesar bisnis Anda.
Godaan terbesar pada pengusaha pemula ialah ingin cepat-cepat bergaya dari hasil usahanya. Tunda dulu, jangan cepat puas. Perkuat bisnis Anda, perbesar bisnis Anda.
Anda memang tidak perlu modal besar untuk memulai bisnis Anda. Tapi Anda butuh modal besar jika bisnis Anda ingin besar, maka bangunlah modal Anda secara bertahap.
Ini mindset penting selanjutnya jika Anda ingin menjadi pengusaha sukses dengan modal kecil. Ingat ini: membangun bisnis dengan modal kecil hanyalah awal, agar Anda memiliki modal besar, untuk membangun bisnis besar.
Banyak yang salah, saat mulai memiliki penghasilkan dari bisnis kecil dia meningkatkan gaya hidupnya dulu, sementara bisnis tetap kecil.

Perbesar Kapasitas Diri Anda

Ada seorang teman, dia berkesempatan mendapatkan peluang bisnis yang besar, menggiurkan. Dia mengambil peluang itu, dan tidak butuh waktu yang lama penghasilannya sudah bagus.
Tapi …
Tidak membutuhkan waktu lama juga, bisnisnya menurun kembali. Bukan pasar yang kurang. Bukan cara dia memasarkan yang kurang.
Tapi dia tidak bisa mengelola bisnisnya.
Mengapa?
Saya ibaratkan seperti Anda menemukan sebuah danau, tapi wadah yang Anda miliki cuma sebuah cangkir. Maka air yang bisa Anda dapatkan hanya satu cangkir.
Jika Anda mau air satu ember, maka Anda harus memiliki sebuah ember untuk mengambilnya. Jika mau satu drum? Ya, Anda butuh drum.
Artinya, jika Anda ingin mendapatkan lebih banyak, Anda harus memiliki “wadah” yang lebih besar.
Sama halnya dengan bisnis. Jika “wadah” atau kapasitas diri Anda kecil, maka akan terhambat untuk mendapatkan hasil besar, meski Anda mendapatkan peluang yang besar. Peluang besar akan percuma jika kapasitas diri Anda kecil.
Apa itu kapasitas diri?
  • Mindset, optimisme, dan kepercayaan diri.
  • Memiliki ilmu inti bisnis yang memadai seperti pemasaran, kepemimpinan, daya ungkit, membangun sistem, dan cara mengakses sumber daya.
  • Memiliki wawasan yang luas.
Jangan terjebak hal teknis, sementara ilmu penting lainnya malah diabaikan.
Yang saya tahu, teman-teman yang saya kenal dan dia sudah berhasil, mereka tetap mengikuti pelatihan dan coaching yang biayanya cukup mahal. Karena mereka sadar akan pentingnya kapasitas diri.
Jika Anda masih berpikir “yang penting action”, artinya Anda masih berada pada tataran memulai. Jika mau memperbesar bisnis, bukan hanya action yang dibutuhkan, tetapi action yang tepat. Action yang tepat akan diketahui dari ilmu yang Anda miliki berlandasakan mindset yang positif.

Mintalah Pertolongan Allah Sejak Awal

Saya yakin, Anda sudah faham tentang pentingnya pertolongan Allah. Sayangnya banyak orang yang lupa Allah saat memulai bisnis. Mereka baru ingat Allah saat ada masalah.
Tidak salah sebenarnya, saat ada masalah ingat Allah, memang seharunya. Tapi jangan lupakan Allah saat Anda memulai. Mintalah pertolongan dan petunjuk Allah agar Anda dibimbing menjalankan bisnis yang bukan hanya akan menguntungkan tetapi juga membawa berkah.
Tawakal bukan hanya diakhir ikhtiar, tetapi dimulai sejak setelah azam, saat ikhtiar, dan setelah ikhtiar.

Kesimpulan

Sukses atau tidaknya Anda menjadi pengusaha bukan ditentukan oleh besar atau kecilnya modal, tetapi ditentukan oleh mindset Anda dan kapasitas diri Anda serta pertolongan Allah. Untuk itu belajarlah memiliki pikiran positif juga berpikir besar, tingkatkan kapasitas diri dan dekatkan diri kepada Allah agar kita mendapatkan pertolongannya.

Thursday, March 10, 2016

Karena Allah Maha Tahu



dakwatuna.com – Sahabat, begitu banyak hal-hal yang menimpa kita ternyata tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Mungkin sahabat semua pernah mengalaminya, usaha dan ikhtiar pun telah kita maksimalkan, tapi apa daya hasil yang kita peroleh tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan.

Sahabat , boleh jadi kita akan kecewa, menyesali diri, atau bahkan lebih ekstrem lagi ada yang sampai berprasangka buruk atas ketentuan Allah pada kita, ungkapan-ungkapan kekecewaan, keluhan sering kali meluncur dari lisan-lisan kita, kita beranggapan bahwa Allah tidak Adil, Allah tidak menyayangi kita karena hasil yang dicapai tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Sahabat, semoga kita semua terhindar dari sikap yang demikian. Sadarkah bahwa Allah lebih mengetahui skenario yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya. Yang skenario itu mungkin tidak akan bisa dijangkau oleh akal pikiran kita, kita baru tersadar ketika hari telah berganti, waktu telah berlalu, ternyata hal yang terjadi pada kita mengandung berbagai hikmah yang luar biasa, ternyata kita baru sadar bahwa itulah yang terbaik bagi kita.

Sahabat, sekali lagi Allah lebih mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya, akal manusia sangatlah terbatas, tidak mampu mengungkap seluruh hikmah dari ketentuan Allah, boleh jadi apa yang kita inginkan, apa yang kita cintai, apa yang kita sukai ternyata itu buruk bagi kita, begitu juga sebaliknya. Sebagaimana firman Allah “…Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui” (QS Al-Baqarah: 216).

Sahabat, kita memang punya rencana, Allah pun punya rencana untuk kita, rencana yang terbaik buat kita, walaupun mungkin kita menganggapnya itu sebuah musibah ataupun hal yang tidak kita sukai, tetapi sekali lagi, akal manusia, nalar kita sering dihadapkan akan keterbatasan-keterbatasan yang tidak mampu mengungkap hikmah dibalik itu semua.

Wahai sahabat, kita harus senantiasa siap menghadapi itu semua, mengkondisikan diri kita terhadap hal-hal yang mungkin terjadi di luar perkiraan dan harapan kita. Tugas kita hanyalah menyempurnakan ikhtiar, berdoa, lalu bertawakal kepada Allah, hasil Allah lah yang menentukan.

Boleh jadi Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan sekarang tetapi Allah memberikan apa yang kita butuhkan, Allah lebih mengetahui kebutuhan hamba-hamba-Nya. Sahabat, itulah yang harus kita yakini bahwa semua yang terjadi adalah ketentuan terbaik dari Allah sehingga apapun yang terjadi hati kita senantiasa Ridha dan ikhlas serta lapang dada atas ketentuan Allah.

Sahabat , memang medan berbicara tak semudah medan berkhayal, medan berbuat tak semudah medan berbicara, akan tetapi sahabat marilah senantiasa kita berupaya dengan sungguh-sungguh agar kita senantiasa ridha dan ikhlas serta lapang dada atas segala ketentuan Allah kepada kita, sehingga kita terhindar dari prasangka-prasangka buruk terhadap Allah, yang itu merupakan sebuah perbuatan dosa yang akan mengotori jiwa-jiwa kita

Sahabat, apapun yang terjadi semoga kita senantiasa diberikan kemudahan oleh Allah untuk Ridha dan Ikhlas menerima ketentuan-Nya, karena Sesungguhnya Allah Lebih tahu yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya.

Wallahua’lam bi showab.